Tampilkan postingan dengan label camilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label camilan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juni 2012

Keripik Tette Camilan Khas Pamekasan (Madura)

Selain Kerupuk Tangguk, salah satu camilan khas daerah Madura atau tepatnya di kabupaten Pamekasan yaitu keripik Tette.
Oops jangan berfikiran negatif dahulu setelah menyebutkan nama keripik ini, pemberian nama ini (keripik Tette) dikarenakan proses pembuatannya di”tette“(ditumbuk sampai pipih).

keripik ini terbuat dari singkong dan dijual dalam bentuk ikatan, satu ikat berharga sekitar Rp. 10.000,- per 100 lembar. Cara penyajiannya pun sangat mudah cukup Goreng kurang lebih 5 menit dalam minyak panas, tiriskan. kripik siap di sajikan. Akan lebih nikmat apabila disajikan bersama dengan petis khas Madura (petis ikan) yang sebelumnya diberi potongan cabe rawit dan diberi sedikit air hangat.

Rasanya... MAHNYOS..





Sumber : http://wisata.kompasiana.com

Jumat, 08 Juni 2012

Petis Tuna Khas Pamekasan

Petis tidak saja dibuat tambahan racikan rujak atau pelengkap ketika makan tahu goreng, namun petis juga bisa dibuat lauk pauk ketika makan karena petis dibuat dari sari ikan tuna yang banyak mengandung protein. Pada umumnya petis dibuat dari udang dan berwarna pekat kehitaman, namun petis ikan tuna asal Pamekasan, Madura berwarna cokelat kekuningan dan rasa nikmat khas ikan tuna.

Inilah dapur pembuatan petis dari sari ikan tuna milik Hajjah Aisyah, warga Desa Konang, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Madura. Beberapa pekerja mengaduk - ngaduk wajan raksasa diatas tungku kayu yang menyala. Didalam wajan sari ikan tuna di didihkan sambil diaduk agar tidak hangus dan gosong.

Untuk mengelola petis, Hajjah Aisyah mendatangkan minyak ikan tuna dari Muncar, Banyuwangi dan dari Cilacap, Jawa Tengah. Rata - rata 30 drum kapasitas 200 liter minyak ikan tuna didatangkan Haji Umar ke dapur pengolahan petis miliknya.

Petis buatan Hajjah Aisyah banyak diminati konsumen. Petis ini dibuat dari rebusan sari ikan tuna ditambah gula kristal dan bumbu penyebab serta glukosa. Setelah dikemas kedalam kaleng, petis ini ditimbang dalam ukuran berat 24 kilogram. Petis ini dipasarkan keseluruh Madura dan beberapa kota di Jawa Timur dengan harga 200 ribu rupiah per plate.

Setiap hari Hajjah Aisyah mampu memproduksi 150 plate petis, kapasitas 24 kilogram. Setiap plate atau kaleng dijual seharga 200 ribu rupiah. Agen petis buatan Hajjah Aisyah tersebar dikota Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, Surabaya, Malang, Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi serta kota - kota lain di Jawa Timur.

Petis ikan tuna asal Pamekasan, Madura buatan Hajjah Aisyah ini berbeda dengan petis udang Sidoarjo. Petis Madura ini mewarna kecepatan karena menggunakan sari ikan tuna. Rasanya juga lebih gurih dan nikmat sedangkan petis Sidoarjo memakai sari ikan udang.

Karena berbeda bahan baku, petis Madura memiliki citarasa yang lebih sedap karena memiliki citarasa yang lebih sedap. Petis Madura banyak digunakan sebagai lauk alternatif bagi keluarga di Madura.

sumber : http://www.indosiar.com/ragam/petis-tuna-khas-pamekasan_78661.html

Senin, 12 September 2011

Apa itu Kerupuk Tangguk ???

Berawal dari petani-petani madura jaman dulu yang terbiasa menggunakan caping sebagai topi mereka kala bertani untuk melindungi kepala mereka dari sengatan matahari alam madura yang sangat panas. Biasanya mereka membawa bekal untuk dimakan di tengah sawah atau ladang mereka. Salah satu yang biasa mereka bawa adalah krupuk tangguk ini. Krupuk ini yang nantinya akan dimakan sebagai pelengkap makan siang petani-petani jaman dahulu. Sering berjalannya waktu, krupuk tangguk ini beralih fungsi sebagai pelindung kepala petani saat berangkat ke sawah atau ladang menggantikan fungsi caping. Dalam bahasa madura, “caping” (bahasa Indonesia) berarti “Tangguk” (bahasa madura). Maka dari itu, krupuk jumbo ini dinamakan Krupuk Tangguk.


Ukuran krupuk Tangguk paling kecil sebesar dampar atau 60 cm x 40 cm. Itu pun sebelum digoreng, jika sudah digoreng ukurannya bisa sebesar meja makan.

Cara pembuatan kerupuk tangguk tidak sulit. Bahan yang menjadi campurannya juga mudah. Antara lain, tepung ketela pohon dicampur garam dan rempah-rempah atau bumbu. sejumlah adonan dicampur air, kemudian dimasak sambil diaduk hingga rata. Ketika sudah matang dan kental, baru diangkat kemudian dibuat hamparan tipis 20x30 cm. Lembaran itu selanjutnya dijemur hingga kering. Lalu digoreng. Wajan yang digunakan juga sangat besar. Diameternya lebih 1,5 meter yang di bawahnya dipanasi tungku besar dengan kayu bakar. 




Sumber : 
http://archive.kaskus.us/thread/2550762
http://ambarwati-bidan-pmk.blogspot.com/2010_10_01_archive.html
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Lady Gaga, Salman Khan